Leci Mantang: Pohon Bersejarah
Minggu, 09 April 2023 M/ 18 Ramadhan 1444 H
Masyarakat Indonesia sudah sangat mengenal buah Leci, buah yang yang terkenal rendah kalori dan kaya akan serat. Pohon Leci tumbuh dengan subur di Indonesia, walaupun tidak semua daerah yang bisa menjadi tempat tumbuh suburnya pohon ini. Leci merupakan buah tropis yang berasal dari Guangdong dan Fujian di Cina, dan budidaya di daerah tersebut sudah berlangsung sejak abad XI Masehi.
Menurut kepercayaan Cina, menurut prinsip Fengshui, buah Leci adalah buah yang menguntungkan. Warna buahnya yang merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Selain itu, menurut budaya Tiongkok kuno, buah Leci merupakan simbol keindahan dan keberuntungan.
Menurut catatan Herbarium Bogoriense, Leci masuk ke Indonesia awal mulanya di wilayah Jawa Barat, yaitu di Nyalindung, Sukabumi. Pada masa selanjutnya, wilayah ini kemudian menjadi pusat perkebunan teh, sementara Leci justru kemudian banyak ditemui di wilayah Indonesia bagian timur seperti di Ambon dan Nusa Tenggara. Di bagian timur ini pun tidak di semua tempat karena pohon ini bisa tumbuh di dataran yang cukup tinggi.
Pohon Leci atau Lithi Chinensis Sonn (untuk mengingat asalnya yang dari Cina) pada awalnya hanya ditanam di daerah-daerah tertentu. Hal ini bisa ditelusuri pada keberadaan pohon Leci yang umurnya sudah tua. Waktu itu, Leci adalah tanaman langka sehingga sering dijadikan sebagai hadiah, baik buah atau pohonnya. Itulah sebabnya pohon Leci tidak tumbuh disembarang tempat. Walaupun bukanlah pohon yang sangat eksklusif sehingga bisa dibudidayakan oleh semua orang, namun awal mulanya pohon ini memang dibawa dan ditanam oleh pihak-pihak tertentu saja.
Pohon leci tertua di kebun raya Bogor yang tumbang tahun 2017
Sebut saja pohon Leci yang ada di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pohon Leci ini berada di pinggir kolam Gunting yang ada di tengah halaman. Yaitu dekat Istana Bogor, Istana Kepresidenan. Istana Bogor merupakan bekas kediaman para Gubernur Jendral Belanda yang kini masuk dalam kawasan Kebun Raya Bogor. Sebelum tumbang pada 04 Oktober 2017 silam, pohon Leci ini merupakan salah satu ikon kebun raya karena dinisbahkan sebagai pohon tertua. Maklum saja pohon Leci tersebut ditanam pada tahun 1823. Yakni pada saat kepemimpinan CL. Blume. Saat masih berdiri tegak, pohon tersebut sering menjadi tempat pemberhentian para pelancong atau peneliti yang datang ke Kebun Raya Bogor.
Selain di Bogor, ada juga pohon Leci yang sudah tua di Bali. Tepatnya di puri Payangan Gianyar. Pohon tersebut sampai sekarang masih berdiri dengan tegak di depa puri. Menurut cerita, ada seorang Cina bernama Lee Th Eong yang memberi hadiah buah dan pohon Leci kepada raja Payangan pada tahun 1901. Selanjutnya, ketika sudah besar dan tinggi, pohon tersebut selanjutnya ditanam di sepanjang jalan Payangan, 500 pohon di sisi timur dan 500 pohon di sisi barat. Sayangnya, pohon yang begitu banyak tersebut kini hanya berjumlah puluhan. Sedangkan pohon Leci induk yang ada di puri Payangan masih ada sampai sekarang.
Pohon Leci yang ada di Mantang
Pada tahun-tahun yang tidak terlalu jauh berbeda, pohon leci juga ditanam di Mantang, tepatnya di halaman kompleks Pedaleman Mantang. Setidaknya masih ada 4 pohon Leci yang masih berdiri sampai sekarang. Jika berhitung tahun, pohon-pohon ini sudah berumur 100-an tahun sehingga dimasukkan ke dalam pohon tua yang sudah langka. Apalagi jenis pohon Leci seperti di Mantang ini sudah langka dan baru sejak Orde Baru dibudidayakan di beberapa tempat. Di Lombok Utara misalnya, pohon Leci baru mulai dikembangkan pada tahun 1970-an dan dikembangkan oleh para pendatang yang datang dari Lombok Tengah dan lombok Timur.
Melihat alur di atas, pohon Leci yang ada di Mantang tersebut mempunyai akar sejarah yang panjang. Dari sisi itu juga, dengan fakta bahwa pohon tersebut kini sudah berusia di atas 100 tahun, patut untuk dipelihara dan dilestarikan bagi generasi selanjutnya.




Terima kasih artikelnya Pak..
BalasHapusSiaap bu..makasih juga.masih belajar bu
Hapus