Industri Buku, Pasar dan Peradaban
Pertemuan ke: 20
Tema: Pemasaran Buku
Waktu: Rabu, 22 Februari 2023
Narasumber: Agus Subardana, S. E, M. M
Moderator: Purbaniasita KS, S. Pd
Salam sejahtera dan salam keselamatan untuk kita semua
Sejak ditemukannya huruf ribuan tahun sebelum masehi, manusia menorehkan huruf pada berbagai tempat. Gua, batu, dinding terjal, tulang, kulit dan sebagainya menjadi objek yang menjadi saksi sejarah perjalanan panjang peradaban manusia merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf dan begitu seterusnya. Ketika manusia menemukan kertas, yang konon pertama kali ditemukan bangsa Cina, secara perlahan peradaban buku mulai terbentuk. Tinta dan percetakan, penulis dan pengetahuan, serta pembaca dan pasar terbentuk menjadi sebuah lingkaran yang tidak hanya memberikan andil penting pada kemajuan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga telah menjadi ajang bertemunya berbagai kepentingan politik, sosial dan ekonomi. Buku mewarnai dan menemani peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu.
Salah satu yang tidak kalah penting dalam perjalanan industri buku adalah bagaimana proses buku-buku tersebut sampai ditangan pembacanya. Bagaimanapun buku tidak hanya menawarkan ide dan konsep, tetapi juga menawarkan sebuah proses menyebarkan informasi dan memantik magnit agar orang-orang punya inisiatif dan dengan kesadarannya sendiri peduli, suka dan gemar dengan buku. Dan lama-kelamaan hal ini menjadi bagian tersendiri dalam penerbitan buku, dan bahkan memegang peran penting untuk keberhasilan tersampaikannya buku tersebut ke tangan pembaca. Inilah yang disebut pemasaran atau marketing.
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, berkembang pula konsep dan tehnik pemasaran buku. Dan setelah berabad-abad terbiasa dengan buku yang dipegang di tangan, membaca huruf secara langsung, membeli langsung di toko-toko buku atau meminjam buku di perpustakaan, sekarang sudah berbeda. Beberapa puluh tahun terakhir, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, buku dengan mudah didapatkan di internet. Beribu-ribu buku diunduh secara gratis. Dan jika hendak membeli, juga bisa. Aplikasi-aplikasi terus bermunculan, memanjakan manusia untuk bisa membaca tidak ubahnya seperti membaca buku fisik secara langsung. Dan ini belum berakhir, dan bahkan perkembangan pada waktu-waktu terakhir semakin canggih.
Hal ini berpengaruh pada pemasaran buku. Memang percetakan tidak mati, industri buku yang mencetak buku manual juga masih ada, dan toko-toko buku masih berdiri. Namun kondisinya sekarang sudah berubah, dan itu akan sangat bergantung pada sejauh mana industri buku memberikan dan menyebarkan tawarannya yang membuat orang tertarik mendapatkannya. Ini disebut strategi pemasaran.
Strategi pemasaran buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek. Dan salah satunya adalah bagaimana memilah jenis-jenis buku yang diterbitkan tersebut menjadi katagori buku. Sebagai salah satu contoh, Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku dengan banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku, yaitu dari buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi/Novel, Buku Pengembangan Diri, sampai Buku Teks dan lain sebagainya. Dari jenis-jenis katagori buku tersebut dilakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis kategori buku yang diterbitkan.
Pemetaan yang dihasilkan tersebut akan sangat mempengaruhi strategi pemasaran yang akan dijalankan. Namun sebelum mengambil keputusan mengenai hal tersebut, perlu dipahami bahwa sebuah strategi pemasaran umumnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu
1. Faktor Mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Dan Faktor Makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Tentu kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi arah dan cara yang diambil untuk menentukan strategi pemasaran. Penerbit yang sudah mapan dan berkecimpung 40-an tahun di dunia penerbit seperti penerbit Andi, kedua faktor tersebut sama-sama diperhitungkan dan dipertimbangkan. Baru setelah itu menetapkan apa saja strategi pemasaran yang akan dijalankan. Strategi Pemasaran buku yang telah dipetakan terbagi menjadi dua, yaitu: Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat.
A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (Online )
Ada dua hal yang mempengaruhi strategi pemasaran online ini di Indonesia. Pertama, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat. Dunia dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Pun demikian dengan industri buku, tidak lagi bisa hanya dengan mengandalkan pola lama dalam pemasaran sehingga harus juga memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Kedua, pandemi Covid 19. Pada masa pandemi, kontak langsung diminimalisir dan interaksi fisik dikurangi secara drastis, sehingga untuk menyiasati agar industri buku terus berjalan dan tetap hidup harus menggunakan jalur digital. Brosur dan baliho bukan tidak lagi berguna, hanya saja fungsinya dipersempit oleh adanya internet yang juga menyebarkan informasi dengan cara yang lebih efektif efisien.
Pola pemasaran melalui internet ini dikenal juga dengan istilah digital marketing. Yakni sebuah teknik memasarkan produk atau jasa dengan mengandalkan media online atau internet. Oleh karena dunia maya itu sangat luas dan terbuka, maka berbagai jenis digital marketing terus berkembang dan jumlahnya tidak sedikit. Sebagai contoh, berikut beberapa Jenis digital marketing yang diterapkan Penerbit ANDI:
1. Content marketing. Pemasaran yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar tertentu. Tujuannya adalah untuk menarik aksi menguntungkan dari calon pembeli potensial. Ada banyak pilihan content marketing mulai dari blog, podcast, infografik, dan lainnya.
2. SEO (Search Engine Optimization). SEO bisa menjadi strategi menarik pengguna internet untuk mengunjungi website Penerbit Andi Offset (andipublisher.com) dan kemudian membeli produk yang ditawarkan.
3. SEM (Search Engine Marketing). Yakni untuk mengoptimasi website di mesin pencari. SEM merupakan strategi pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah SERP.
4. Social media marketing. Memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk promosi dan pemasaran suatu brand. Hal ini bisa melalui media sosial populer seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya.
5. Email Marketing. Yaitu menggunakan media email untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
6. Instant messaging marketing. Ini merupakan tren komunikasi masa kini, di mana bisa memanfaatkan penggunaan Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, dan platform messenger lainnya.
7. Influencer Marketing. Kehadiran influencer membawa pengaruh besar pada para fans dan pengikutnya. Orang-orang akan lebih tertarik menggunakan barang yang digunakan atau ditawarkan oleh seorang influencer.
8. Video marketing. Video menjadi salah satu media yang bisa digunakan untuk tujuan promosi dan pemasaran.
9. Chanel TV dan Youtube. Pemasaran melalui channel Youtube juga dinilai sangat efektif karena orang-orang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memegang gawainya setiap hari
Pola pemasaran secara online ini penting sekali untuk terus dilakukan karena akan berdampak besar pada pangsa pasar. Dengan pro-aktifnya pemasaran secara online ini, maka akan dapat:
Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sebelumnya.
Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
Menaikkan penjualan dan profit
Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen
B. Strategi pemasaran buku serangan darat (offline)
Strategi pemasaran offline ini mengandaikan adanya penguasaan wilayah secara langsung, karena industri buku perlu menyentuh langsung di lapangan. Berbeda dengan pola online yang cukup berada di ruangan untuk bekerja, pola offline memerlukan peluh karena harus bekerja secara fisik. Bagi penerbit besar yang sistemnya sudah mapan, pemasaran offline tinggal dirawat dan dikembangkan. Sedangkan bagi penerbit kecil, perlu usaha lebih untuk menembus belantara pangsa pasar yang begitu luas. Apalagi Indonesia yang berbentuk kepulauan tentu perlu kerja ekstra untuk melakukan penetrasi massif ke daerah-daerah.
Strategi pemasaran buku dengan pola kedua ini bisa dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju, yaitu antara lain:
a. Toko Buku
Secara administratif, toko buku bisa dibedakan menjadi tiga. yaitu toko buku modern, toko buku semi modern, dan toko buku tradisional. Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem sentralisasi dan sebagainya. Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan menggunakan sistem administrasi penjualan per toko . Sedangkan toko tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .
b. Direct Selling / Kunjungan Langsung
Pemasaran Buku melalui Direct selling ini dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan. Jenis Katagori buku penjualan lewat Direct selling ini dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
• Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
• Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah
• Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut di atas maka industri penerbitan buku bisa melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales). Nantinya, tenaga penjual tersebut bisa berkunjung dan bersosialisasi ke berbagai tempat yang dianggap strategis
c. Melakukan Event – Event
Dalam perjalanan tahun, biasanya berbagai instansti mempunyai event-event yang sudah dijadwalkan. Berbagai event ini sangat strategis untuk dikunjungi dan bersosialisasi
d. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Komunitas bentuknya sangat banyak. Biasanya komunitas yang terbentuk mempunyai kegiatan dan rencana ke depan serta seringkali secara rutin bertemu dan berkomunikasi dengan berbagai pihak. Jaringan ini sangat potensial untuk dijadikan sebagai ajang pemasaran bagi para industri buku.
Demikian sekilas dan selintas mengenai pemasaran buku. Industri buku merupakan sebuah industri yang mempunyai andil besar dalam memasok dan mentransfer ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan merupakan tonggak sebuah peradaban. Oleh karena itu, industri buku sudah seharusnya didukung dan didorong untuk terus bergerak maju ke depan agar tetap menjadi bagian penting peradaban. Dan di sisi lain, industri buku sendiri harus terus berbenah dan berinovasi agar buku yang disebar dan ditawarkan menjadi magnit bagi para pembaca.



.jpg)


Semangat mik. Buku kita insyaalloh segera meluncur ke pasaran.. heheh..
BalasHapusMantab 👍👍
BalasHapus