Blog Sebagai Wadah Dokumentasi, Refleksi dan Motivasi Siswa

17 Maret 2023



Pertemuan: 29

Waktu: Rabu, 15 Maret 2023

Tema: Blog Sebagai Media Dokumentasi Refleksi Siswa

Narasumber: Bambang Purwanto, S. Kom., Gr

Moderator:  Gina Dwi Septiani, S. Pd., M. Pd

Salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita semua mendapatkan keselamatan

Refleksi adalah bagian dari cara manusia melihat dan menimbang kelampauan dan kekiniannya untuk menjadi bahan pertimbangan dan acuan untuk menjadi lebih baik. Hal ini sangat penting agar kegiatan dan rencana yang dilakukan mendapatkan penyeimbang sehingga semua bisa berjalan baik dan lebih baik serta terkontrol. Refleksi bisa dilakukan hampir pada semua kegiatan manusia dan utamanya lagi pada manusia itu sendiri. Refleksi pada manusia ini sering disebut refleksi diri, atau dalam istilah organisatorisnya disebut dengan KOK (Kritik Oto Kritik). Secara lebih sistematis, refleksi diri bisa diartikan sebagai proses kritis untuk mempertimbangkan pengalaman masa lalu, mengevaluasi tindakan dan hasil, serta memetakan rencana ke depan. Refleksi diri juga membantu seseorang untuk memahami nilai-nilai, keyakinan, dan motivasi yang mendorong perilaku. Oleh karena itu, refleksi diri penting dalam membantu seseorang untuk mengembangkan diri secara profesional.

Pada lembaga pendidikan, refleksi diri sangat penting untuk pembentukan karakter siswa karena dengan kegiatan tersebut siswa bisa berpsoses dalam memahami kembali, mendapatkan nilai serta memperoleh inspirasi dan motivasi dari semua hal yang dipelajarinya di sekolah. Selain internalisasi tersebut, siswa juga bisa mengeksplorasi kemampuan menulisnya karena melalui kegiatan refleksi siswa akan menuangkan ide, pemahaman dan kritiknya melalui tulisan. Dan seiring perkembangan teknologi dan komunikasi sekarang ini, menggunakan media tersebut akan memberikan dampak positif. Salah satunya adalah melakukan refleksi diri siswa melalui web atau blog.

Pada ujung pertemuan gelombang ke 28 ini, hal tersebut menjadi tema pertemuan. Yaitu “Blog Sebagai Media Dokumentasi Refleksi Siswa”. Yaitu menggunakan blog untuk menuangkan refleksi diri tersebut. Narasumber dari pertemuan diri adalah bapak Bambang Purwanto, S. Kom., Gr, sedangkan moderatornya ibu Gina Dwi Septiani, S. Pd., M. Pd.

Pemilik akun penamrbams.id ini bernama Bambang Purwanto, S.Kom.,Gr., lahir di Bandung 6 April 19734 seorang pendidik yang berpengalaman dan memiliki segudang prestasi.



Sebelum berbicara mengenai tema tersebut lebih lanjut, dipaparkan dulu oleh nara sumber manfaat penggunaan web atau blog, di antaranya:

1. Menunjukkan identitas digital (nasionalisme) dengan DOT ID (Indonesia)

2. Menunjukkan sebagai guru yang beradaptasi dengan era digital

4. Tempat menyimpan atau menyalurkan hobi menulis apa pun

5. Sebagai guru kita bisa menunjukkan kepada siswa, bahwa guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajar, semoga menjadi motivasi kepada siswa

6.  Siswa bisa memanfaatkan media ini sebagai jejak digitalnya

7. Siswa yang tidak masuk, saat melihat dan membaca refleksi diri yang ditulis temannya merasa dapat informasi banyak

8. Manfaat lebih lanjut adalah belajar konsisten dengan apa yang biasa dikelola 

9. Media yang ideal dan efektif untuk mendokumentasikan refleksi diri siswa

Blog adalah salah satu sarana komunikasi dan publikasi online yang populer di kalangan umum saat ini, termasuk di kalangan siswa. Oleh karena itu memanfaatkan media ini sebagai sarana refleksi diri ini akan menjadi jauh lebih efektif dan tidak akan memberikan kesulitan bagi siswa, dan bahkan justru akan membuat mereka bersemangat. Berikut beberapa alasan mengapa blog bisa menjadi sarana efektif untuk refleksi diri siswa.

1. Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri

Melalui blog, siswa bisa mengekspresikan diri secara bebas dan tanpa rasa takut. Mereka bisa menulis tentang apa saja yang mereka rasakan, pikirkan, atau alami dalam hidup mereka. Dengan mengekspresikan diri secara bebas, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri.

2.Membantu siswa memproses dan memahami pengalaman

Siswa dapat menulis tentang pengalaman yang mereka alami dalam hidup mereka di blog mereka. Melalui penulisan ini, siswa dapat memproses dan memahami pengalaman tersebut dengan lebih baik. Mereka dapat merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman tersebut.

3. Memberikan wadah untuk memperbaiki diri

Melalui blog, siswa dapat merefleksikan diri mereka sendiri dan mengenali kelebihan serta kekurangan mereka. Mereka dapat memikirkan cara untuk memperbaiki diri dan mencapai tujuan yang mereka inginkan. Dengan cara ini, siswa dapat mengembangkan kepercayaan diri dan merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

4. Membantu siswa belajar dari kesalahan

Siswa dapat menulis tentang kesalahan yang mereka buat di blog mereka. Dengan menulis tentang kesalahan mereka, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang apa yang telah mereka lakukan salah dan bagaimana mereka dapat menghindari kesalahan yang sama di masa depan. Dengan cara ini, siswa dapat belajar dari kesalahan mereka dan tumbuh sebagai individu yang lebih baik.

5. Memberikan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain

Melalui blog, siswa dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan orang lain. Mereka dapat menulis tentang hal-hal yang telah mereka pelajari dan memberikan saran kepada orang lain. Dengan cara ini, siswa dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang.

Efektifitas di atas tersebut, jika dilakukan dengan konsisten dan maksimal, akan seiring sejalan dengan berbagai manfaat yang akan didapatkan dengan terus melakukan aktifitas refleksi tersebut terhadap siswa. Manfaat tersebut antara lain:

1. Keterlibatan Aktif

Melalui blogging, siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan refleksi diri. Dengan menulis tentang pengalaman dan pemikiran mereka, siswa secara aktif merenungkan pengalaman mereka dan mengevaluasi pembelajaran mereka. Hal ini membantu siswa memahami lebih baik tentang diri mereka sendiri dan membuat mereka lebih sadar akan bagaimana mereka belajar.

2. Meningkatkan Keterampilan Menulis

Menulis di blog juga membantu siswa meningkatkan keterampilan menulis mereka. Siswa harus menulis secara teratur dan mengungkapkan pikiran mereka dengan jelas dan terstruktur. Ini akan membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis mereka dan juga membantu mereka belajar untuk menyampaikan gagasan secara efektif.

3. Memperluas Jangkauan Pembaca

Dengan membuat blog, siswa dapat memperluas jangkauan pembaca mereka. Bukan hanya guru dan teman sekelas yang dapat membaca blog mereka, tetapi juga orang lain di seluruh dunia. Dengan memiliki publik yang lebih luas, siswa dapat memperoleh perspektif yang beragam dan memperoleh umpan balik yang berguna untuk membantu mereka berkembang.

4. Meningkatkan Keterampilan Teknologi

Blogging juga membantu siswa meningkatkan keterampilan teknologi mereka. Siswa akan mempelajari cara membuat dan mengelola blog, membuat konten multimedia, dan mengoptimalkan blog untuk mesin pencari. Hal ini akan membantu siswa untuk lebih mahir dalam penggunaan teknologi dan meningkatkan keterampilan teknologi mereka.

5. Membangun Portofolio Digital

Dengan membuat blog, siswa dapat membangun portofolio digital mereka. Portofolio digital juga dapat membantu siswa untuk memperlihatkan kemampuan mereka dan menunjukkan pengalaman mereka dalam berbagai bidang, juga sebagai jejak digital.

Melihat hal-hal tersebut, siswa tidak hanya akan mendapatkan refleksi mata pelajaran namun juga akan bisa mengasah berbagai kemampuan mereka diluar mata pelajaran apapun. Bagi guru, refleksi diri siswa bisa menjadi tambahan nilai dan untuk remedial jika diperlukan. 



Refleksi diri siswa bisa dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa, yang nanti akan dijawab melalui media blog. Masing-masing refleksi yang dikirim akan diberikan nilai sepuluh. Seusai proses pembelajaran, siswa diberikan beberapa pertanyaan sebagai refleksi. Contoh pertanyaanya:

Tuliskan dalam bentuk paragraf. Apa yang dipelajari hari ini? Silahkan dijelaskan. Materi apa yang masih menjadi kesulitan bagi kalian (harus dijelaskan kembali)? Bagaimana perasaan kamu saat belajar bersama bapak guru? Adakah masukan untuk bapak guru saat pembelajaran hari ini? Kalau ada jelaskan. Mohon jelaskan dengan kalimat lengkap

Selanjutnya, siswa akan mengirimkan refleksinya melalui media blog, dan guru memberikan nilai sepuluh untuk setiap refleksi.

Berikut salah satu contoh jawaban siswa berdasarkan dokumentasi narasumber atas refleksi siswanya:

“Pada hari ini, kita mempelajari materi tentang Pengertian Masyarakat Digital pada halaman 142-143 dan setelahnya kita menonton sebuah video tentang Cloud Storage di Youtube dan juga mengirim link video-nya di kolom komentar di Pena Mr. Bams. Hari ini pula saya merasa senang karena semuanya lancar tidak ada suatu kendala, hari ini tidak ada masukan dari saya dan semoga hari-hari kita semua dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa”.

Kalau  membaca tulisan refleksi siswa tersebut ada beberapa hal yang bisa diketahui dari hasil tulisannya:

1. Materi yang dipelajari

2. Aktivitas yang dilakukan apa saja

3. Perasaan yang dirasakan oleh murid

4. Karater spiritual untuk mengingat Tuhan Yang Maha Esa

Dengan melakukan hal tersebut secara terus menerus, maka bagi siswa dan guru akan bisa:

1. Sebagai guru kita bisa menujukkan kepada siswa, bahwa guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajar, harapannya akan menjadi motivasi kepada siswa

2. Siswa bisa memanfaatkan media ini sebagai jejak digitalnya

3. Siswa yang tidak masuk, saat melihat dan membaca refleksi diri yang ditulis temannya merasa dapat informasi banyak

4. Manfaat lebih lanjut adalah belajar konsisten dengan apa yang biasa dikelola.

Dari sekian siswa yang ada dan dari sekian tugas yang dikumpulkan siswa, maka akan terlihat beberapa kategori siswa berdasarkan tugasnya tersebut:

1. Siswa yang konsisten menulis

2. Siswa yang kadang menulis kadang tidak

3. Siswa yang menulis seadaanya

Demikian sekelumit mengenai cara refleksi diri siswa dengan menggunakan media blog dan beberapa manfaatnya bagi guru dan siswa. Menjalankan proses tersebut memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran bagi guru. Dan tentunya hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, dan yang penting bahwa hal tersebut tidak mempersulit siswa dan guru, serta dilakukan dengan riang.

Refleksi diri yang bagus bukanlah dilihat dari medianya, akan tetapi dari apa yang didapat dari refleksi diri tersebut. Hal terpenting, hasil refleksi diri itu membuat dampak yang positif bagi siswa dan gurunya. Oleh karena itu, intinya lakukan saja apa yang bisa dilakukan.

Dan andaipun, media blog masih belum bisa dilakukan entah karena keterbatasan jaringan atau fasilitas sekolah lainnya, alternatif lain juga bisa dilakukan. Salah satunya, sebagai contoh, adalah dengan menggunakan media kertas. Yaitu:

1. Siapkan kertas kecil ukuran 5 cm x 5 cm (boleh kelas warna-warni)

2. Siswa menuliskannya di kertas tersebut

3. Setelah itu ibu siapkan kertas HVS kosong, tempelkan kertas kecil tersebut di HVS tersebut. Dipisah nanti per pertemuan

Media kertas di atas polanya sama dengan media blog, hanya saja dilakukan secara manual dan dokumentasi fisik. Manfaatnya juga tidak jauh berbeda.

Selamat mencoba


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer