Puisi dan Sang Presiden
Pertemuan ke: 17
Tema: Menulis Puisi
Narasumber: Dr. Hj. E. Hasanah, M. Pd
Moderator: Sim Chung Wei, SP
Salam sejahtera untuk kita semua. Semoga keselamatan mengiringi
Ada sebuah tulisan di https://www.kompas.id. judulnya “Sutardji Calzoum Bachri, Presiden Puisi Abadi”, ditulis oleh Putu Fajar Arcana. Tulisan itu membaca kiprah dan pemikiran sang presiden yang, walupun secara sederhana, namun membuat saya tenggelam dalam kata dan huruf, dalam puisi.
Beberapa petikan pendapat sang presiden dalam tulisan itu:
“Huruf B padaku, tidak sama dengan huruf B pada kalian. Itulah setiap huruf yang kita tulis sama dengan tanda tangan, ia otentik. Asli”
“Penyair tidak pernah menulis di atas kertas. Seluruh huruf dan gagasan yang ditulis seorang penyair berada di atas tumpukan biografi, sejarah, dan bahkan trauma psikologis dalam perjalanan hidupnya. Oleh sebab itulah, seharusnya, puisi seorang penyair satu dengan lainnya memiliki kekuatan yang berbeda-beda, sesuai dengan sejarah dan biografi hidupnya”
Petikan dari tulisan itu begitu sederhana namun sangat bernas mendeskripsikan bahwa puisi itu bukan hanya sekedar rangkaian huruf dan kata. Puisi itu unik, bahkan untuk setiap hurufnya. Ia lahir dari sebuah perjalanan panjang, perjalanan manis pahitnya, dari sebuah rangkaian waktu yang bergelombang. Jika saya mempunyai puisi misalnya, mengikuti sang presiden tadi, maka saya akan mengatakan kepada teman mengenai puisi yang saya buat: “Hidupku tidak sama dengan hidup siapapun. Jalanku pun tak sama dengan siapapun. Pola pikirku pun berbeda. Cara pandangku tak sama dengan orang lain. Dan puisiku, hanya puisiku. Tidak sama dengan puisi siapapun”
Dan petikan pendapat sang presiden itu termasuk dalam pesan sebuah puisi yang beliau tulis secara tulis tangan:
Cukup sejengkal saja
Akan bisa melipat dunia.
Dan seribu tahunmu
Dapat tersimpan luas.
Dalam satu larik pendek saja
Tak maksudku untuk mengagung-agungkan puisi
Kemahamaknaannya itulah
Yang menjadikannya berharga
Karena itu acungkan tabik takzim
Kepada kata-kata
Tak lain tak bukan kita juga
Entah apa judul puisi ini, tapi begitulah sang presiden puisi. Bahkan coretan tulisan tangannya membuatku berkelana di samudera entah.
Dan begitulah puisi, menyapa kita dengan caranya sendiri. Oleh karena itu, saya sendiri yakin sekali puisi mampu melepaskan kita dari kepenatan hidup. Selain melepaskan kepenatan, puisi konon juga bisa meningkatkan kemampuan berbahasa dan melatih kepekaan terhadap realitas kehidupan. Sedangkan menurut https://tempo-institue.org mengenai manfaat puisi, sedikitnya ada lima manfaatnya, yaitu: meningkatkan kreatifitas, membuat perasaan menjadi lebih baik, menambah keberanian dalam bersuara, meningkatkan kepercayaan diri dalam berkarya, dan bahkan bisa membuka kesempatan mendapatkan penghasilan.
Manfaat puisi ternyata banyak sekali terutama untuk kesehatan, baik itu kesehatan pikiran, kesehatan jiwa ataupun untuk kesehatan dompet. Dan bagi kita yang yang masih pemula tentu harus mendapatkan banyak wawasan dan pemahaman mengenai puisi agar ketika membuat puisi bukan hanya sekedar menyusun huruf dan kata. Dan itulah arti pentingnya pertemuan ke 17 sekarang ini.
Temanya adalah “Menulis Puisi”. Narasumbernya Dr. Hj. E. Hasanah, M. Pd.
Narasumber kali ini akan memberikan kita pemahaman mengenai puisi dan langkah-langkah untuk menulis puisi. Beliau adalah orang yang tepat pada bidang ini, karena banyak sekali buku yang ditulisnya mengenai puisi. Jumlah buku yang beliau keluarkan sudah lebih dari 70 buku, sehingga tidak meragukan lagi akan penguasaannya dalam bidang tersebut.
Beliau memulai materi dengan memberikan pengertian puisi. Disini ada pengertian puisi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dan ada pengertian puisi menurut HB Jassin. Menurut KBBI, puisi adalah:
1. Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
2. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus
3. Sajak
Sedangkan menurut HB Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Puisi mempunyai unsur wujud atau struktur fisik. Ini sangat penting sekali untuk menjadi dasar memahami puisi secara lebih mendalam. Strukturnya adalah:
- Bentuk: berbentuk baris-bait
- Diksi: pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna
- Majas: bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair
- Rima: persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi
Pengertian puisi dalam arti yang ketiga, yaitu sajak, mencakup beberapa puisi berikut ini, disertai dengan contoh-contohnya yang diambil dari beberapa sumber:
a. Puisi bebas; puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik
Ironiku
Karya: Iskandar
Kau hanya sepenggal kisah
Yang tak mungkin kutanggal
Pada separuh bulan
Kau hanya seutas malam
Yang tak mungkin kurangkul
Di tepian keadaanku
Kau hanya ironi,
Sebagai penunggu pagi
Yag tak dapat kusentuh kembali
https://.puisipendek.net
b. Puisi berpola: puisi yang mencakup jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanaya, tanda seru, ataupun bentuk lain
Nusa
Karya: RainaKalani
Antara nusa
Nusa Antara
Nusa nusa
Antara nusa
nusa Antara
nusa nusa
Antara nusa
https://www.dictio.id
c. Puisi dramatik: puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang
Surat Seorang Istri
Karya: WS Rendra
Sumaiku yang merantau
Malam ini pucat
Pohon-pohon kelabu
Berayum, di atas khayalan pucat.
Dan betapa pula kelabu wajah hatiku
kerna aku tahu, suamiku.
Hari natal yag bakal datang
kau tidak bisa pulang.
Betapa hambarnya rumah
Tanpa bau rokokmu
Dan bila hujan berdesar
Kurindu mendengar bisikmu
Yang biasa ku Dengar
Bila pipi kita beradu.
Sarung bantalmu sudah kucuci
Dan telah pula kubelikan
Tembakau kesukaanmu.
Dan telah aku bayangkan
Kau duduk di kursimu
Menggulung roko daun nipah
Sementara di luar
Hari bertambah tua.
Lalu datang suratmu
Yang hanya membawa rindu
Tapi bukan tubuhmu.
Aku menangis kecil, suamiku.
...........
Siasat, 30 April 19968
Sumber: WS Rendra, puisi-puisi cinta, (Yogyakarta, Penerbit Bentang: 2015)
https://dosenbahasa.com
d. Pusis lama: puisi yang belum dipengaruhi oleh pusisi Barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra dan bidal
Contoh-contohnya ada pada pembagian jenis-jenis puisi, pembahasannya di bawah.
e. Puisi mbeling: sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang. Sajak main-main
Menyingkat Kata
Karya: Remy Sylado
Karena
Kita orang Indonesia
Suka
Menyingkat kata wr.wb
Maka
Rahmat dan berkah ilahi
Pun
Menjadi singkat
Dan tak utuh buat kita
https://dosenbahasa.com
Setelah melihat cakupan puisi di atas, selanjutnya adalah mengenai jenis-jenis puisi. Pembagian puisi ini sangat banyak, namun disini dibahas hanya jenis puisi yang umum saja, yaitu puisi lama dan puisi baru.
1. Puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan, yaitu jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris
Ciri-ciri puisi lama:
- Tidak diketahui nama pengarangnya
- Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan
- Sangan terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap baris
Jenis-jenis puisi lama
Berikut adalah jenis-jenis puisi lama beserta contoh yang diberikan narasumber:
MANTRA: yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contohnya (mantra untuk mengobati orang dari mahluk halus):
Sihir lontar pinang lontar
Terletak di ujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi
PANTUN: adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, dua baris awal sebagai sampiran, sedangkan dua baris berikutnya sebagai isi. Contoh:
Sungguh elok emas permata
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlak terpuji
TALIBUN: yaitu pantun genap ayng setiap barisnya terdiri dari6, 8 atau 10 baris. Contoh:
Anak orang di padang tarap
Pergi berjalan ke kebun bunga
Hendak ke pekan hari tiap senja
Di sana siri kami kerekap
Meskipun daunnya berupa
Namun rasanya berlainan juga
2. Puisi baru: puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas daripada puii lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima
Ciri-ciri puisi baru:
- Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
- Persajakan akhir yang teratur
- Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain
- Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)
Jenis-jenis puisi baru
Berikut jenis-jenis puisi baru disertai contoh yang diambil dari beberapa sumber:
BALADA: yaitu puisi berisi kisah/cerita
Karya: WS Rendra
Fermentasi rasa
Menghaap sempurna
Bentuk utuh nan konyol
Rasa, karsa tempe
Pembungkus yang berjasa
Penuh kisa bertulis duka lara
Dibuang tanpa dibaca
Pembungkus tempe
Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai
Masihkah ada yang membelai
Sebelum membuangnya?
https://www.sekolahan.co.id
HIMNE: adalah puisi untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tidak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti.
Sesudah itu mati
MAJU
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa ditindas ditinda
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.
Chairil Anwar, ‘Diponegoro’, Kakilangit (Horison), April 2016
https://dosenbahasa.com
ODE: adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sanat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu
Teratai
Karya: Sanusi Pane
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang malu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
Teruslah, O teratai bangsa
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga zaman
https://www.pelajaran.co.id
EPIGRAM: yaitu puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
Oposisi
Karya: WS Rendra
Aku bilang tidak,
Aku bilang ya,
Menurut nuraniku.
Kamu tidak bisa mengganti
Nuraniku dengan peraturan.
Adakah tugasmu
Untuk membuktikan
Bahwa kebijaksanaanmu
Pantas mendapatkan dukungan.
Tapi dukungan
Tidak bisa kamu paksakan.
Adalah tugasmu
Untuk menyusun peraturan
Yang sesuai dengan hati nurani kami.
Kamu memasang telinga
Selalu
untuk mendengar nurani kami.
Sebab itu, kamu membutuhkan oposisi.
Oposisi adalah jendela bagi kamu.
Oposisi adalah jendela bagi kami.
Tanpa oposisi: sumpek.
Tanpa oposisi: kamu akan terasing dari kami
Tanpa oposisi: akan kamu dapati gambaran palsu
Tentang dirimu
https://www.[elajaran.co.id
ELEGI: adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
Permintaan
Karya: WS Rendra
Wahai, rembulan yang pudar
Jenguklah jendela kekasihku!
Ia tidur sendirian,
Hanya berteman hatinya rindu
https://www.kompas.com
SATIR: yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik
Aku Bertanya
Karya: WS Rendra
Aku bertanya..
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
Membentur jidat penyair-penyair salon,
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
Sementara ketidakadilan terjadi disampingnya,
Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
Termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian
https://katadata.co.id
itulah sedikit mengenai gambaran puisi dan beberapa jenisnya secara umum. Selain puisi di atas masih banyak lagi jenis puisi lainnya, seperti puisi patidusa, puisi telelet, puisi 2.0 dan lain sebagainya. Lalu bagaimana menulis puisi? Secara formalnya, sebagaimana dijelaskan Ibu Hasanah, ada beberapa trik yang bisa dilakukkan untuk membuat sebuah puisi, yaitu:
- Memilih tema sebagai acuan
- Menentukan kata kunci
- Memilih diksi yang tepat. Pemilihan diksi dilakukan secara tepat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi ataupun hubungan kata itu dengan kata-kata lainnya dalam kata atau bait.
- Menggunakan rima dan majas
- Mengembangkan dengan rasa atau selera estetika sendiri
Beberapa langkah tadi tidak perlu dijalankan secara kaku karena puisi itu bisa berbicara dan berjalan sendiri. Seperti dikatakan sang presiden, setiap huruf pada setiap orang berbeda. Kata dan huruf itu unik dan identik. Ia mewakili sebuah perjalanan, sebuah proses dan sebuah dinamika. Itulah puisi. Sebuah perasan waktu. Sebagaimana dikatakan sang presiden:
Dan seribu tahunmu
Dapat tersimpan luas.
Dalam satu larik pendek saja





Luar biasa. Sangat lengkap,rapi, dan detail.
BalasHapusMantap.. Tapi presiden yang mana ya?
BalasHapusMantab...
BalasHapusSemangat menjadi presiden puisi berikutnya💪🏻😁
Resume yang mantap miq 👍
BalasHapus