Pantun Dunia dan Pantun Lokal
Rabu, 08 Februari 2023
Pertemuan ke: 13
Tema: Kaidah Pantun
Narasumber: Miftahul Hadi, S. Pd
Moderator: Dail Ma’ruf, M. Pd
Salam sejahtera buat kita semua. Semoga keselamatan menyertai kita
Lelakaq Sasak
Léq Jelojoq beli kelambi ndaq péléq
Selapuq solah bau tekadu léq balé
Lamun Februari entun ujan beléq
Tanden yaq dateng wayen bau nyalé
(Membeli baju di Jelojoq jangan dipilih
Semuanya bagus untuk dipakai di rumah
Jika Februari sering turun hujan lebat
Sebagai tanda tibanya waktu menangkap nyale)
Dalam khazanah budaya Sasak, hal di atas dikenal dengan nama lelakaq. Sebuah khazanah lokal Lombok yang mempunyai banyak padanan di nusantara. Khazanah ini tersebar di berbagai wilayah di nusantara namun dengan nama atau istilah yang berbeda, dan nama yang paling umum dan paling dikenal dari khazanah tersebut adalah pantun. Pantun di berbagai daerah tadi hampir sama semuanya, sama-sama 4 baris, sama-sama berpola a-b-a-b, dan juga sama-sama berisi 2 sampiran dan 2 isi.
Lelakaq atau pantun Sasak di atas juga begitu. 4 baris, pola a-b-a-b, dan 2 sampiran 2 isi. Apa penjelasan dari lelakaq Sasak tadi? Baris pertama dan kedua disebut sampiran. Sampiran lelakaq tadi artinya:
Membeli baju di Jelojoq jangan dipilih
Semuanya bagus untuk dipakai di rumah
Jelojoq merupakan nama sebuah daerah yang mempunyai pasar cukup luas. Beberapa waktu terakhir pihak pemerintah daerah bahkan menyulapnya menjadi pasar yang cukup modern dan bagus sehingga tempat tersebut menjadi semakin ramai. Hari pasarannya adalah hari Ahad, hari libur sekolah dan libur kantor. Jangan heran jika pada hari itu pasar Jelojoq diserbu masyarakat lebih ramai dari hari biasanya. Aktifitasnya sampai sore bahkan malam.
Barang-barang yang diperjualbelikan di sana sangat beragam. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, berbagai macam perabot rumah tangga, peralatan pertanian, ada pasar burung di belakang, dan ada juga berbagai macam permainan. Dan yang menjadi satu daya tariknya yang lain adalah baju bekas. Baju-baju ini, konon, dikirim dari berbagai negara. Kondisinya masih bagus dan layak pakai, tergantung kejelian memilih dan nasib baiknya. Dulu pemerintah pernah melarangnya, namun realitanya baju-baju tersebut tetap saja ada, dan bahkan sekarang semakin banyak pilihannya.
Lalu, isi dari lelakaq tadi ada dibaris tiga dan empat. artinya:
Jika Februari sering turun hujan lebat
Sebagai tanda tibanya waktu menangkap nyalé
Bulan-bulan seperti sekarang, Februari-Maret, merupakan bulan hujan di tempat kami, dan begitu juga di tempat lain di Indonesia. Pada skala nasional, bulan-bulan ini bertepatan dengan Imlek, tahun baru China. Yakni di tandai dengan hujan lebat dan angin kencang. Kami disini sangat familiar dengan masa tahun baru Cine (tahun baru Cina) seperti di masa sekarang ini karena sering diceritakan oleh orang-orang tua.
Selain itu, ada lagi yang melekat dengan Februari-Maret dan hujan lebat, yaitu tradisi Bau Nyale (menangkap nyale). Nyale adalah sejenis cacing laut yang datang sekali setahun dan menangkapnya menjadi salah satu tradisi sakral di Lombok. Bagi kami, nyale adalah perwujudan dari Putri Mandalika (nama yang kemudian diambil menjadi nama sirkuit internasional di Lombok), seorang putri raja yang memutuskan terjun ke laut dan berubah menjadi nyale. Sesuai janjinya, sang putri akan datang setiap tahun, dan oleh masyarakat dijadikan sebagai tradisi sakral dan dirayakan setiap tahunnya. Nyale dipercaya bisa mengobati penyakit tertentu, bisa menyuburkan tanaman dan juga mendatangkan keberkahan bagi masyarakat Lombok. Sekarang tradisi Bau Nyale sudah menjadi agenda pemerintah, berbagai macam kesenian dipentaskan, dan dilaksanakan selama berhari-hari. Bau Nyale menjadi destinasi wisata, bukan lagi sekedar tradisi lokal.
Pantun
Lelakaq Sasak punyai korelasi kuat dengan pantun, demikian juga dengan daerah-daerah lainnya. Dan sebelum melihat korelasi tersebut, kita membahas pantun dulu karena ini yang menjadi tema pada pertemuan kemarin malam. Pada pertemuan ke 13 KBMN ini tema yang dibawakan adalah “Kaidah Pantun”. Tema yang kemudian mengeksplorasi pantun dari berbagai macam sudut pandang. Pengertian, jenis, manfaat, dan cara membuatnya didiskusikan secara lengkap dan panjang lebar disertai dengan contoh-contoh sehingga semakin mudah dipahami. Narasumbernya adalah Bapak Miftahul Hadi, S. Pd, dan moderatornya Bapak Dail Ma’ruf, M. Pd.
Pak Miftah sudah lama malang melintang di dunia pantun. Beliau sering menjadi pembicara dan sudah menerbitkan banyak karya mengenai pantun. Hal ini tercermin dari penguasaannya dalam penyampaian materi dan dalam menjawab berbagai pertanyaan para peserta.
Kita akan mulai dari pengertian pantun. Seperti dikutip Pak Miftah, pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)
Pendapat yang lain mengatakan pantun berasal dari akar kata “tun” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019)
1 bait pantun terdiri atas empat baris. satu baris idealnya terdiri atas empat sampai lima kata atau terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat disebut isi. Polanya adalah a-b-a-b. Selain yang 4 baris, ada juga pantun dua baris yang disebut dengan karmina atau pantun kilat. Inilah yang disebut ciri-ciri pantun
Contoh pantun:
Memotong rebung pokok kuini
Menanam talas akar seruntun
Mari bergabug di malam ini
Dalam kelas menulis pantun
Cara membuatnya adalah dengan memahami kaidah pada ciri-ciri pantun di atas. Selain itu, perbendaharaan kata sangat menentukan dalam pembuatan pantun karena semakin kaya penguasaan kata, maka akan semakin banyak pilihan kata untuk membuat pantun. Lalu, pada praktiknya, membuat pantun harus dimulai dari isinya dulu, yaitu baris tiga dan empat. Jika sudah jadi, baru sampiran pada baris satu dan dua. Hal tersebut karena pesan yang ingin disampaikan itu terdapat pada baris tiga dan empat, bukan pada baris satu dan dua. Jika semua langkah tersebut sudah dilalui, pantunnya jadi.
Dalam pembuatan pantun, yang termudah adalah membuat pantun yang rimanya hanya di akhir. Misalnya:
Masak ayam rica-rica pakai laDA
Pakai cabai rasanya juga saMA
Kata sempurna tidak perlu aDA
Untuk bisa saling meneriMA
Sesudah itu ada pantun dengan rima tengah dan akhir. Contoh:
Susun sejaJAR bungalah baKUNG,
Terbang menePI si burung eLANG,
Merdeka belaJAR marilah duKUNG,
Wujud mimPI Indonesia cemerLANG.
Yang lebih sulit adalah pantung dengan rima awal, tengah dan akhir. Misalnya:
JangAN dipetIK si daun sirIH,
JiKA tidak dengAN gagangNYA,
JangAN diusIK orang berkasIH,
JiKA tidak dengAN sayangNYA
Dan terakhir, yang paling lengkan dan paling sulit. Yaitu rima lengkap di semua kata. Contohnya adalah seperti pantun di bawah ini:
BagAI patAH tak tumbUH laGI,
RebAH sudAH selasIH di tamAN,
BagAI sudAH tak sulUH laGI,
PatAH sudAH kasIH idamAN
Tingkat kesulitan ini menunjukkan pantun telah berproses panjang di masyarakat, bahkan pantun sudah menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat menggunakan pantun dalam berbagai kondisi, misalnya untuk berkomunikasi, baik dalam keseharian atau dalam upacara-upacara tertentu. Pantun-pantun juga sering ditemukan dalam lirik lagu-lagu daerah. Para tokoh yang berpidato atau para pemuda yang mengungkapkan perasaan, kadang juga menggunakan pantun. Jadi, pantun membumi dalam kehidupan masyarakat.
Pantun dan Lelakaq
Penjelasan singkat mengenai pantun di atas tidak jauh berbeda dengan lelakaq Sasak. Hanya bahasa yang membedakannya. Daerah-daerah lain pun mempunyai hal yang demikian, hanya nama saja yang membedakan. Pantun telah mendunia dan menjadi jalan setapak dari berbagai jenis pantun lokal di berbagai tempat, dan pantun-pantun lokal tersebut terus berusaha memperjuangkan eksistensinya. Ini menunjukkan pantun telah menyebar dan begitu dekat dengan segenap masyarakat nusantara.
Pantun yang dekat dengan masyarakat, juga akhirnya memberikan gambaran dan harapan dari masyarakat itu sendiri. Kata yang digunakan dalam pantun, baik pada sampiran atau isi akan lahir dari khazanah masyarakat itu sendiri. Lelakaq Sasak di atas sebagai contohnya, pasar Jelojoq dan tradisi Bau Nyale yang menjadi kunci dalam lelakaq tersebut. yakni mewakili aktifitas dan deskripsi dari dua fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Sasak. Dengan demikian, pantun dan/atau lelakaq di atas tidak lahir dari ruang kosong. Ia mewakili sebuah kondisi dan realitas yang ada di masyarakat.
Keunikan Pantun
Rangkaian tahapan pembuatan pantu, pola a-b-a-b, ada sampiran dan isi, makna yang terkandung di dalamnya serta penggunaannya di masyarakat seperti yang dijelaskan di atas, menjadikan pantun sebagai kekayaan nusantara yang unik. Dan itu juga sebabnya pantun diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Dan akhirnya, pada sesi ke 15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020), UNESCO mengakui pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Baju koko dipesan untuk ayahanda
Baju kaos untuk acara mancing mania
Diakui UNESCO sebagai warisan tak benda
Menjadikan Pantun kini dikenal dunia
Melihat perjalanan pantun yang begitu panjang (para ahli memperkirakan pantun berkembang di Melayu sejak abad XV) dan penyebarannya yang begitu luas di nusantara, serta telah diakui sebagai warisan dunia, kita patut berbangga memiliki pantun, lelakaq, parikan atau apapun namanya di masing-masing daerah. Kita memang harus berbangga mempunyai pantun, berbangga dengan terus melestarikan, mengembangkan dan memperkenalkannya pada generasi-generasi selanjutnya.
Dan terakhir, berikut pantun sebagai penutup sekaligus sebagai jawaban dari tantangan Pak Miftah dalam materi kemarin malam.
Membeli lemari di pasar Tanjung Karang
Membeli beras pakai motor plat DK
Beda menteri dulu dengan menteri sekarang
Dulu K 13 sekarang kurikulum merdeka
Daun talas daun keladi
Enak nian sama kekasih
Resume sudah hampir jadi
Cukup sekian dan terima kasih

.jpg)
.jpg)



Mantab👍👍
BalasHapusJalan jalan ke pasar Barebali
Jangan lupa membeli terasi
Mamik memang super sekali
Sangat memotivasi menginspirasi
Semangat pak Lazendra..
BalasHapusMantap..