Menulis Buku: Satu Ide Dua Dunia (1)

Selasa, 14 Februari


Pertemuan ke: 14

Tema: Konsep Buku Non Fiksi

Waktu: Rabu, 08 Februari 2023

Narasumber: Musiin, M. Pd

Moderator:Yandri Novita Sari, S. Pd


Salam sejahtera untuk kita semua. Semoga keselamatan menghampiri kita selamanya

Pada pertemuan ke-14 ini temanya cukup menarik, yaitu ‘Konsep Buku Non Fiksi’. Tema ini menarik karena terkadang orang menganggap bahwa buku non fiksi itu adalah buku serius, lawan dari buku fiksi. Sementara pada buku fiksi melekat hal-hal yang santai, imajinatif dan tidak terlampau serius. Padahal, hari ini batas-batas itu seperti semakin pudar karena tidak sedikit buku-buku non fiksi disampaikan dengan santai, imajinatif dan menghibur. Sebaliknya, buku-buku fiksi dijadikan media yang padat untuk pemahaman berbagai tema-tema bidang ilmu pengetahuan tertentu. Tentu ini menjadi menarik untuk menjembatani dua ranah yang sama-sama punya andil besar dalam perkembangan ilmu pengetahun.

Nah, dalam kesempatan ini akan dibahas konsep buku non fiksi serta beberapa tahapan yang perlu dilakukan agar buku yang dihasilkan lebih terarah, menarik dan punya kualitas. Narasumber yang membawakan tema ini adalah seorang ibu hebat yang berhasil menelurkan buku bersama Prof. Eko Indrajit berjudul ‘Literasi Digital Nusantara: Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi’. Beliau adalah Ibu Musiin atau akrab dipanggil Bu Iin, seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri kelahiran Kota Tahu Takwa Kediri. Selain pegiat literasi, beliau juga merupakan Founder dari Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder dari PT In Jaya.  Untuk urusan up date wawasan, beliau pernah menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015.

Berbicara mengenai buku non fiksi, tentu ruang lingkupnya luas, hampir tidak terbatas. Bahasannya bukan hanya masalah keseharian seperti parenting, pendidikan atau agama, tetapi juga tentang negara, bumi, antariksa dan hal-hal yang tidak terlihat seperti energi, kecepatan dan atom. Berarti, hampir semua sudut kehidupan manusia dan semua sisi bumi dan luar bumi adalah bagian dari buku non fiksi. Namun untuk membedakan dengan buku fiksi diperlukan batasan dan ruang lingkup yang lebih jelas. Secara terminologi buku non fiksi diartikan sebagai  karya tulisan yang bersifat baku dan berdasarkan fakta. Tulisan yang memberikan informasi tentang fenomena-fenomena aktual yang terjadi yang dapat dibuktikan sumber kebenarannya dengan empirik. Selain itu, beberapa yang perlu diperhatikan dalam buku non fiksi adalah:

- Berisi penjelasan tentang suatu hal atau objek tertentu yang faktual

- Objektifitas yang tinggi dan berusaha menarik serta menggugah nala pembaca

- Bahasa bersifar denotatif

- Penjelasan berupa fakta/gagasan (tabel, infografis, diagram)



Dengan demikian, ada gambaran mengenai batasan dan ruang lingkup buku non fiksi tersebut. Hal-hal tersebut yang begitu luas itu bisa menjadi tema besar yang akan dibahas dalam buku non fiksi. Dan semua orang pasti mempunyai ketertarikan pada salah satu atau beberapa tema tersebut. Artinya, semua orang mempunyai kesempatan dan potensi yang sama untuk menulis buku. Temanya ada dalam diri kita.

Mempunyai tema merupakan langkah awal dalam menulis. Selanjutnya, mencari pemantik agar tema besar tadi menjadi mengkerucut dan lebih jelas. Ini adalah langkah kedua, yaitu mendapatkan ide. Banyak orang punya ketertarikan pada suatu bidang, namun kadang kesulitan untuk mendapatkan ide pada bidang tersebut. Ibarat tumpukan sampah kering yang sudah berada di depan mata, kita hanya butuh letupan kecil atau percikan api untuk membakarnya.



Oleh karena ide itu seperti percikan api, sifatnya hanya menyulut. Menyulut untuk dilakukan tindakan berkelanjutan setelahnya. Sebagaimana dipaparkan Bu Iin, beberapa poin yang bisa menjadi sumber ide untuk menyulut percikan api tersebut seperti: 

Pengalaman pribadi. Berbagai hal yang dialami dalam hitungan tahun dengan kuantitas yang jelas tidak sedikit bisa menjadi sumber inspirasi yang kaya. 

Selain pengalam pribadi, pengalaman orang lain juga begitu. Dalam berinteraksi dengan orang lain, terdapat cerita, peristiwa, analisa, wawasan dan lain sebagainya yang juga tidak kalah luasnya untuk menjadi ide. Apa yang dialami dan dirasakan oleh orang sekitar, teman dekat, keluarga atau orang tersayang bisa menjadi ladang ide yang sangat subur.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat dan canggih sekarang ini adalah lahan tak terbatas yang bisa melahirkan banyak sekali ide. Apa yang dilihat dan dibaca pada situs berita, facebook, ig atau twitter jumlahnya sangat banyak. Bahkan walau sekedar status, bisa membawa kita pade ide-ide ccemerlang

Mengajak pikiran untuk berimajinasi dan berselancar ke berbagai sudut hayal bisa merupakan cara jitu untuk memunculkan sudut pandang-sudut pandang yang unik dan menarik

Membaca buku. Ini adalah jurus klasik yang asyik dan tidak pudar oleh zaman. Membaca akan selalu menjadi aktifitas positif yang menjadi pupuk bagi aktifitas otak manusia menambah daya jangkau pengetahuan. Membaca memperpendek jarak antara manusia dan ketercapaian keinginannya. Oleh karena itu, membaca sangat efektif untuk menjadi tempat mencari ide.

Dengan kata lain, sebuah ide akan bisa didapatkan dari sumber dua dunia. Dunia tempat kita dan dunia maya. Pengalaman pribadi atau orang lain, imajinasi atau hasil baca buku, fenomena sekitar, atau tempat bekerja bisa menjadi sumber yang kaya. Dan yang tidak kalah kaya juga adalah dunia maya, dunia yang terlipat dalam satu genggaman sehingga tidak hanya menelusuri wawasan pengetahuan sebuah tempat, namun juga bisa menyelami berbagai sudut kearifan tempat-tempat terjauh di dunia ini.

Jika sudah mempunyai tema dan mendapatkan ide, maka langkah selanjutnya bersifat lebih praktis. Yaitu merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan-bahan tulisan yang diperlukan, menyusun daftar, meriset, membuat mind mapping dan menyusun kerangka. Semua proses inilah yang disebut dengan tahap pra tulis. Yaitu tahap sebelum proses penulisan buku. Walaupun disebut tahap pra tulis, namun tahap ini sebenarnya merupakan langkah krusial yang justru menunjukkan buku yang dirancang tersebut akan berhasil atau tidak. Jika tahap ini sudah selesai, bisa dikatakan pembuatan bukunya sudah hampir selesai. 

Waktu yang dibutuhkan dan tingkat kerumitannya akan sangat tergantung pada jenis tulisan non fiksi yang dibuat. Jenis-jenis tulisan non fiksi itu seperti biografi, esai, makalah, artikel, karya tulis ilmiah (skripsi, thesis, disertasi, laporan penelitian dan lain sebagainya)

Setelah melalui tahap pra tulis di atas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan eksekusi terhadap semua konsep yang sudah dibuat tersebut. Yaitu menuliskannya. Jika draft tulisannya selesai, berarti tinggal merevisi dan menyuntingnya kembali, lalu kemudian diterbitkan. Maka dengan demikian, buku tersebut sudah jadi dan siap edar.

Nanti, buku yang sudah jadi tersebut akan diklasifikasikan ke dalam salah satu dari tiga pola buku non fiksi:

1. Jika buku itu disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit, maka disebut pola hirarkis. Contoh yang paling sering ditemui adalah buku-buku pelajaran di sekolah

2. Jika bukunya disusun berdasarkan urutan proses, maka disebut pola prosedural. Buku-buku panduan adalah contoh yang mudah didapat dari pola ini

3. Dan jika bukunya disusun secara poin per poin atau butir per butir, maka polanya disebut pola klaster. Jika ke toko-toko buku, dan melihat ada buku kumpulan tulisan atau kapita selekta, itu adalah contoh dari pola yang terakhir ini

Secara konsep, tahapan-tahapan tersebut mengantarkan kita selangkah demi selangkah dari mulai ide membuat buku sampai pada buku tersebut jadi. Pada prosesnya, penulisan sebuah buku akan sangat bergantung sejauh mana seseorang mengolah wawasan dan pengetahuan yang ada pada dirinya. Di sinilah arti penting dari pengetahuan yang di dapat baik di lembaga pendidikan atau di luarnya, keterampilan yang dia punya, pengalaman yang membesarkannya, atau bahkan butir-butir proses yang diolahnya dari hasil perenungan atau penelusuran imajinasinya.




Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer