Buku Digital Dalam Genggaman

 Pertemuan ke: 16



Tema: Menulis Buku Cerita Digital

Waktu: Senen, 13 Februari 2023

Narasumber: Nur Dwi Yanti, S. Pd

Moderator:Yandri Novita Sari, S. Pd

Salam sejahtera untuk kita semua

Hari ini kehidupan manusia tidak bisa lepas dari internet. Hampir apapun yang dibutuhkan manusia ada di sana, dan bisa didapatkan dengan cara yang lebih mudah. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan manusia untuk berinteraksi dengan apapun dan siapapun dimanapun di dunia ini. Membeli sebuah alat dapur di Amerika dengan cara menyentuh jari adalah hal biasa, berteman dengan seseorang nun jauh di Afrika sana menjadi hal lumrah, dan seseorang yang akan menjual barang akan menawarkan dagangannya ke berbagai negara merupakan pemandangan biasa. Era ini menandai dilipatnya dunia hanya dalam telapak tangan manusia. Begitu juga dengan buku.

Ribuan atau bahkan jutaan buku di perpustakaan dan toko-toko buku bisa didigitalkan sehingga mencari dan membeli buku cukup dengan duduk-duduk di rumah. Begitu juga dengan menulis dan membuat buku, jaringan internet memungkin buku untuk disuguhkan dengan cara yang lebih variatif dan menarik serta bisa dikemas dalam bentuk video, gambar teks ataupun audio visual. Bentuk ini lebih dikenal dengan nama buku digital, dan inilah yang menjadi tema pada pertemuan ke 16 ini.

Tepatnya, temanya adalah ‘Menulis Buku Cerita Digital’ dengan narasumber Ibu Nur Dwi Yanti, S. Pd atau sering disapa Bu NDY. Sedangkan moderatornya adalah Ibu Yandri Novita Sari, S. Pd. Ibu NDY sendiri sudah lama bergelut dan berkarya buku digital, pengalaman dan kemampuannya itulah yang dibagi dan disebarkan virusnya pada pertemuan ini.

Buku digital, menurut Ibu NDY, merupakan salah satu jenis buku atau bacaan yang hadir dalam bentuk softcopy atau elektronik yang kemudian bisa dibaca menggunakan perangkat digital, baik itu smartphone maupun komputer (PC atau laptop). Jika membawa 100 buku cetak akan membutuhkan tas besar, maka dengan adanya buku digital bahkan ribuan atau jutaan buku tersebut masuk dalam perangkat handphone atau laptop.

Buku digital atau buku elektronik disingkat e-book atau ebook (electronic book) sebenarnya merupakan bentuk digital dari buku cetak, berada di dunia maya dan tidak membutuhkan kertas. Itulah sebabnya, e-book juga disebut buku nirkertas/buku maya.

Mengutip Oxford Kamus Bahasa Inggris, Bu NDY memaparkan, buku digital sebenarnya berawal dari buku cetak. Buku cetak tersebutlah yang diubah dalam dalam perangkat ebook yang dapat dibaca melalui komputer maupun pada ponsel genggam pribadi. Secara tehnis dan tampilan, buku fisik dan digital tidak terlalu berbeda. Halaman, kata pengantar, bagian bab, membaca dengan membuka lembar per lembar dan sebagainya, sama saja baik pada buku fisik atau buku digital.



Pada awal kemunculannya, ada sebagian orang berspekulasi bahwa buku digital akan menggantikan buku fisik, namun sebagian yang lain menyanggahnya dengan berpendapat bahwa kenikmatan dan keunikan membaca buku fisik tidak akan pernah digantikan. Kenyataannya, paling tidak sampai saat ini, buku digital dan buku fisik justru berkolaborasi saling mengisi kekurangan. Dalam pertemuan-pertemuan langsung buku fisik lebih diutamakan, namun untuk tugas atau pembelajaran tidak langsung buku digital lebih mengambil peran

Secara fungsi, antara buku fisik dan buku digital fungsinya tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja buku digital pergerakannya lebih cepat, lebih efisien dan lebih massif. Misalnya:

a. Buku digital sebagai media belajar. Buku digital tampilannya lebih variatif, mudah diddapatkan. Harganya lebih murah, dan generasi milineal sekarang jauh lebih betah dan lama berhadapan dengan buku digital daripada buku fisik

b. Buku digital sebagai media informasi. Kemudahan informasi dan daya tarik yang lebih besar pada internet dan media sosial menjalar juga pada buku digital. Sebaran informasi yang begitu cepat dan pilihan yang begitu banyak menjadikan buku digital sedikit berbeda dengan buku fisik

Tujuan buku digital

Berdasarkan fungsi tadi, maka eksistensi buku digital akan:

- Memberikan kesempatan yang lebar bagi para pembuat konten dan penulis untuk berbagi informasi dengan cara lebih mudah, lebih menarik dan lebih interaktif

- Mempermudah proses memahami materi ajar. Tentu sekali, berbagai kelebihan buku digital tadi akan memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas, masing-masing individu atau bahkan untuk masyarakat

Melihat beberapa penjelasan tadi, jelas terlihat bahwa buku digital selangkah lebih di depan, terutama dalam beberapa hal berikut:

- Lebih praktis. Ribuan buku hanya membutuhkan sebuah gawai. Tidak membutuhkan tas besar atau rak-rak berjejer. Buku digital tersimpan dalam genggaman

- Dapat diakses dimana saja. Oleh karena berbasis jaringan, maka buku digital bisa diakses dimana saja. Tidak perlu ke suatu tempat untuk memdapatkan buku digital. Cukup dengan duduk di tempat paling nyaman, dan mulai mengakses

- Dapat disimpan di memory. Sebagai buku maya, maka buku digital akan tersimpan di dunia maya. 

- Ramah lingkungan. Oleh karena tidak lagi membutuhkan kertas, maka sampahnya pun minim atau bahkan tidak ada. Tidak ada lagi yang pelu didaur ulang karena semuanya tersimpan di gawai

- Kostumisasi. Kenyamanan dan kepuasan menikmati buku digital didapatkan dari cara memperlakukannya. Membalik hanya dengan sentuhan, memperbesar atau memperkecil sesuai selera, gambar dan tampilan yang bervariasi, menarik dan menghibur, dan sebagainya.



Oleh karena dalam dunia digital sangat kaya pilihan, dan terus berkembang, maka membuat dan menampilkan buku digital juga terus berkembang. Berbagai aplikasi pun terus bermunculan. Jenis-jenis format buku digital pun demikian, diantaranya:

1. EPUB (Electronic Publlication). Suatu format yang didefinisikan oleh forum open digital book dari international digital Publishing Forum (DPF) mengacu pada XHTML dan XML. Hal ini merupakan standar yang berkembang. Spesifikasi EPUB ini dapat dijumpai dari situs IDPF, adobe, barnes&noble, dan apple yang semuanya memiliki DRM sendiri. Untuk versi terbaru yaitu EPUB 3 tidak digunakan secara luas

2. MOBI (MobiPocket). Format yang dapat digunakan oleh hampir semua PDA dan smartphone. Dalam PC Windows, Mobi Pocket dapat melakukan konversi file. Chm, . dhm, . html, .acf, . pdf, .rtf, dan .txt masuk ke dalam format ini

3. PDB (Palm Database File). Format yang memuat beberapa format buku digital berbeda untuk ditujukan ke perangkat berbasis Sistem Operasi Palm yang disebut PalmDOC

4. PDF (Portable Document Format). Diciptakan oleh Adobe dalam produk Acrobat yang digunakan dalam pertukaran dokumen. Format tersebut didukung oleh semua platform komputer dan perangkat Smartpone. Walaupun demikian, terdapat beberapa perangkat yang bermasalah menggunakan format ini karena ukuran layar yang tidak sesuai dengan format PDF

5. KFB (Kindle Fire Format). Format yang hampir sama dengan EPUB yang disusun dalam PDB dengan DRM Amazon



Sedangkan untuk aplikasi pemformatan buku digital, di antaranya:

1. Sigil. Merupakan sebuah software editor untuk EPUB (Electric Publication) yang bersifat open sorce. https://sigil-ebook.com/

2. Scribus. Aplikasi ini juga sudah banyak digunakan di tempat OS komputer. https://www.scribus.net/downloads/

3. Aplikasi pengolah kata, yaitu Libre Office atau MS Office

4. Aplikasi pengolah gambar, yaituIbisPaint atau Aobe Photoshop

5. Aplikasi audio editor, yaitu Aucacity/format factory

6. Aplikasi vieo editor, yaitu Avidemux/format factory

Film-film animasi dari berbagai industri film dunia sekarang ini sudah begitu canggih. Membuat panorama alam yang hampir sama dengan aslinya sudah begitu biasa di film-film. Begitu juga para pemainnya, tokoh-tokoh dalam Film Avatar, film Upin Ipin atau kartun Hafidz-Hafidzah sudah begitu hidup. Itu hanya sebagai gambaran tingkat kecanggihan teknologi sekarang ini.

Dan untuk menampilkan buku cerita digital misalnya, yang penuh ilustrasi gambar, video atau audio, sangatlah terbuka untuk melahirkan buku cerita digital yang hidup, menarik dan memancing orang untuk membacanya.

Sekarang ini, manusia dimanjakan oleh teknologi, dan untuk menghadirkan gambar alam tidak perlu menjadi pelukis. Hanya saja, syaratnya, manusia harus lebih dekat dengan teknologi itu sendiri. Dan dalam beberapa hal, inilah yang menjadi kendala dan kekurangan banyak pihak untuk terjun membuat buku digital, dan terutama sekali buku cerita digital.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer