Media Sebagai Fokus dan Guru Sebagai Lokus

 

Jumat, 20 Januari 2023




Pertemuan ke : 5

Tema                : Blog sebagai media pembelajaran

Narasumber    : Dail Ma’ruf, M.Pd

Moderator       : Purbaniasita, S. Pd


Ini adalah pertemuan ke 5. Tidak terasa waktu begitu cepat, dan tidak terasa pula ini merupakan tulisan saya yang ke 5. Sebuah kesenangan yang patut disukuri tapi harus lebih dipupuk lagi karena perjalanan baru saja dimulai dan masih panjang. Ada 25 pertemuan dan tulisan menanti yang tentunya akan membutuhkan semangat, keluangan waktu dan keinginan yang cukup kuat.

Tema pada pertemuan ke 5 ini adalah ‘Blog Sebagai Media Pembelajaran”. Narasumbernya bapak Dail Ma’ruf, M. Pd. Seorang yang sangat patut dicontoh dan diikuti jejaknya karena belum sampai dua tahun keterlibatannya dalam kegiatan yang sama dengan sekarang ini, tapi sudah mampu menderetkan puluhan buku hasil karyanya dan setumpuk kegiatan dan posisi yang disandangnya. Pertemuan ini dimoderatori oleh si ibu cantik, Purbaniasita, S. Pd.

Dalam dunia pendidikan istilah media pembelajaran tentulah tidak asing. Media pembelajaran bisa menjadi penghubung antara guru dan materi pelajaran yang ia punya dengan siswa dan kesiapannya menerima pelajaran dari guru. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, tujuan penggunaan media pembelajaran secara umum adalah untuk membantu guru dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pelajaran kepada siswanya agar pesannya lebih mudah dimengerti, lebih menarik dan lebih menyenangkan (Lestari, Ariani dan Ashadi. 2014)



Dengan demikian media pembelajaran mempunyai posisi penting dalam proses pembelajaran, karena dengan media pembelajaran kreatif dan inovatif bisa merangsang pola pembelajaran yang efektif dan rekreatif. Hal tersebut tentunya bisa menunjang keberhasilan dari proses belajar mengajar tersebut sehingga kegiatan belajar mengajar dapar mencapai tujuan yang diinginkan.

Pada pertemuan ke 5 ini pak Dail menawarkan sebuah alternatif media pembelajaran yaitu dengan menggunakan blog. Beliau memulainya dengan memaparkan pemahaman awal mengenai blog tersebut. Menguti kembali materi yang beliau sampaikan, kata ‘blog’ berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali oleh Jhon Bharger pada tahun 1998. Barger memberi nama hal itu dengan ‘r6’ untuk mengkhususkan istilah ‘webside’ yang bersifat lebih personal dan sering diperbaharui. Atau dengan kata lain,  blog merupakan website yang bersifat personal dan memuat opini personal serta hal-hal lain untuk mengaktualisasikan diri dan mengabarkanya pada komunitas global.

Dengan demikian, blog menjadi wadah terbuka dan wahana kreasi tanpa batas yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang untuk mengekspresikan diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Pola ini bergayung sambut dengan para pengguna internet di seantero dunia yang haus mencari berbagai informasi mengenai apa saja, sehingga blog menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan bagi pemilik dan pengguna blog baik secara keluasan informasinya atau secara ekonomi. Keluasan informasinya sudah tidak bisa diragukan lagi, apa saja bisa dicari dan dituangkan melalui blog. Secara ekonomi juga tidak kalah menggiurkan karena blog bisa menambah isi dompet dalam jumlah yang tidak bisa dikatakan sedikit. Blog bisa menghasilkan ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Pak Dail menyodorkan lima bloger terkenal di Indonesia, yaitu: Herman Yudiono, Raditya Rika, Sugeng Riyadi, Carolina Putri, dan Dani Rachmat.

Saya sendiri, untuk melihat seperti apa isi dompetnya, mencoba mengintip Herman Yudiono. Ternyata, beliau adalah orang yang memutuskan fokus sebagai bloger dan keluar dari sebuah pekerjaan di luar negeri dengan gaji puluhan juta rupiah. Dan keputusan itu ternyata tidak salah karena sekarang Herman Yudiono mempunyai income lebih dari dua kali jumlah gajinya di luar negeri. Wow..



Hal tersebut menjadi sangat mungkin karena blog sangat variatif dan hampir tidak terbatas. Ia menampung hampir semua hal yang terkait dengan kecendrungan pengguna internet. Pada materi lanjutan pak Dail, beliau mencantumkan berbagai jenis blog yang ada. Yaitu di antaranya: blog pendidikan, blog Sastra, blog pribadi atau buku harian online, blog bertopik, blog kesehatan, blog politik, blog perjalanan, blog riset, blog hukum, blog media, blog agama, blog bisnis dan lain sebagainya.


Jika demikian, lalu bagaimana mengkorelasikan blog dengan pendidikan, terutama dengan media pembelajaran sebagaimana tema pertemuan ini? Dalam hal ini, media pembelajaran tentu harus tetap mengikuti perkembangan tekhnologi agar media yang digunakan tidak usang dan ketinggalan zaman. Dalam konteks ini media pembelajaran bisa dikelompokkan menjadi empat kelompok. Yaitu:

1. Media hasil teknologi cetak 

Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik. 

2. Media hasil teknologi audio-visual

Teknologi audio-visual adalah cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual. Penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti, mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar. 

3. Media hasil teknologi yang berupa komputer

Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. 

4. Media hasil gabungan teknologi cetak dan teknologi komputer 

Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: video disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.

Model media pembelajaran nomor 3 dan 4 sangat memungkinkan untuk menggunakan kemajuan tekhnologi informasi dalam proses pembelajaran, termasuk di dalamnya menggunakan blog. Terlihat sekali kombinasi media pembelajaran dan teknologi ini justru memberikan kemudahan bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, blog sangat perlu dan penting untuk dijadikan media pembelajaran. Dari beberapa jenis blog yang dipaparkan pak Dail, blog yang akan dibuat adalah blog pendidikan. Blog jenis ini akan memberikan beberapa manfaat terutama terkait dengan siswa dan guru, yaitu:

1. Blog sebagai wahana rumah belajar 

2. Blog dapat meringankan beban dan tugas guru 

3. Blog dapat meningkatkan minat belajar pada siswa 

4. Blog bisa di akses siapa saja 

5. Blog dapat menjadi media silaturahmi

Manfaat dari blog pendidikan ini sejalan dengan tujuan awal adanya media pembelajaran itu sendiri. Dalam Sujana dkk. (2002) dijelaskan beberapa manfaat media pembelajaran tersebut, yaitu:

a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 

b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. 

c. Metode mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. 

d. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstarsikan dan lain-lain.



Mengamati beberapa penjelasan di atas terlihat jelas media pembelajaran menggunakan blog bisa lebih mengefektifkan dan mengeksekusi berbagai unsur dalam proses pembelajaran. Berbagai landasan, tujuan, proses, dan kegunaan dalam proses pembelajaran tersentuh melalui sistem ini dengan tetap mempertahankan tujuan idealnya namun dalam yang suasana menyenangkan.

Walaupun demikian, terlepas dari berbagai kelebihan hal di atas, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Yaitu guru itu sendiri. Bagaimanapun, guru tetap saja harus menjadi lokus dari semua itu karena fokus dari media pembelajaran dan blog adalah sebagai alat dari proses pembelajaran itu sendiri. Sebagai penutup, saya akan mengakhirinya dengan sebuah kutipan dari Bill Gates:

Technology is just a tool. In terms of getting the kids working together and motivating them, the teacher is the most important (Teknologi itu hanyalah alat. Sedangkan untuk membuat anak-anak bisa bekerja sama dan memotivasi mereka, guru tetaplah menjadi yang paling penting)


Komentar

Postingan Populer